Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

3 Aplikasi Canggih Ini Bantu Kamu Cari Judul Lagu Dengan Mudah

Kamu pasti galau jika suka lagu tapi nggak tahu judulnya. Sering kali kita mendengarkan lagu pada acara maupun iklan baik itu di TV, radio, cafe, atau mal. Kemudian kamu menikmati lagunya, namun setelah lagu itu usai rasa kecewa muncul saat tidak tahu judulnya, penyanyinya, lupa liriknya, dan hapal "Na Na Na Na nya" saja. Jika lirik lagu itu menggunakan bahasa Indonesia kamu masih dengan mudah dapat mencarinya di pencarian Google. Tapi, jika lagu tersebut dalam bahasa asing seperti bahasa Mandarin, bahasa Spanyol, maupun bahasa lainnya maka kamu akan merasa kesulitan menemukan judul lagunya. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir karena dengan aplikasi android pendeteksi lagu berikut ini kamu dapat dengan mudah menemukan informasi lagu yang diinginkan. 1. Shazam Shazam merupakan aplikasi yang dapat membantu kamu mendeteksi musik judul lagu dan penyanyinya sekaligus. Aplikasi pintar ini sudah diunduh 100 juta kali oleh pengguna android. Shazam memi...

Berapa Harga Privasi Anda

Berapa harga privasi Anda jika Facebook menggunakan informasi pribadi seperti menandai (tag) foto Anda tanpa ijin. Kira-kira berapa banyak kompensasi yang harus Anda dapatkan?  Atau, kapan pengontrolan dan kepemilikan data dapat benar-benar menjadi milik kita?    Setiap kali Facebook terlibat dalam skandal privasi pengguna, Facebook telah terbiasa dengan prosedur manual dalam mengatasi skandal. Misalnya, dari Proses perlakuan umum: Mark Zuckerberg akan keluar untuk meminta maaf dan smenggunakan kata berulang ribuan kali, seperti “Ini adalah suatu Kesalahan besar, atau Kita tahu kita dapat melakukan yang lebih baik untuk pengguna” dan sejenisnya. Namun, saat ini hal telah berubah. Baru-baru ini, Facebook terpaksa mencapai perdamaian dan penyelesaian gugatan Aksi kelas dengan para penggunanya. Gugatan tersebut menuduh “Facebook menggunakan alat penandaan foto untuk mengumpulkan informasi wajah foto dan profil pengguna tanpa izin.”  Akibatnya, Facebook mengaju...

5G mengubah kebiasaan hidup kita

5G mengubah kebiasaan hidup kita, memberdayakan lapisan masyarakat. Pada tahun 1999, film “The Matrix” lahir , menunjukkan kecerdasan buatan atau AI yang luar biasa. Manusia dapat melintasi antara dunia virtual dan dunia nyata, dengan hanya menelan pil kecil. 21 tahun kemudian, adegan fantasi menerobos telah menjadi kenyataan. Kecerdasan buatan memasuki kehidupan kita dengan kecepatan yang tak terbayangkan. 5G mengubah kebiasaan hidup kita, cara pemikiran kita, dan dunia tempat kita hidup.  Ini adalah revolusi teknologi yang tidak dapat dibayangkan oleh nenek moyang kita. Teknologi ini sedang berubah di generasi kita. Masa depan telah tiba. The Future is NOW. Ini adalah bulan Mei yang istimewa. Pembukaan rapat tahunan kepemimpinan China “Two Sessions” atau “Dua Sesi” pinyin Lianghui (Kongres Rakyat Nasional dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok) di tunda 2 bulan lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya, berhubung Pandemi Covid-19. Hal yang belum pernah terjadi...

Mata Langit Teleskop Radio Terbesar Dunia

Mata Langit Teleskop Radio terbesar Dunia atau di sebut FAST, Five-hundred meter Aperture Spherical Telescope telah resmi dioperasikan sejak awal Januari 2020. Teleskop radio ini dalam bahasa Mandarinnya 天眼 memiliki arti “Mata Langit” terletak di Guizou, Barat Daya China dengan Diameter 500 meter, selesai pada September 2016. Semua indikator teknis teleskop telah melampaui tingkat yang direncanakan, dan kinerjanya terkemuka di dunia, kata Shen Zhulin, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok. Mata Langit FAST diperkirakan secara bertahap akan terbuka untuk para Astronom di seluruh dunia. Dengan menyediakan alat dan teknologi yang paling kuat untuk mengungkap misteri seputar asal-usul dan evolusi alam semesta. Mata Langit Teleskop Radio Terbesar Dunia Dijuluki "China Sky Eye atau Mata Langit China",  merupakan teleskop radio paling sensitif di dunia. Mata langit ini sekitar 2,5 kali lebih sensitif daripada Observatorium Arecibo di...

Persaingan AS vs China

Seiring persaingan antara Dua Adidaya AS-China semakin memanas, apalagi menjelang pilpres Paman Sam di akhir tahun, baik Trump maupun rival nya Partai Demokrat berusaha mencari segala cara menjadi tuan rumah di Gedung Putih untuk 4tahun mendatang.  China, selalu menjadi topik perdebatan mereka. Bagaimana memblokir, memfitnah ataupun menjatuhkan China menjadi bahan pemikiran mereka setiap hari. Apalagi disaat pandemi covid-19 ini, dimana ketdakmampuan administrasi Trump mengatasi wabah berusaha mengkambinghitamkan China dan WHO. Hasilnya? Sehingga, bbrp saat ini saya sering ditanya sama teman2 ditanah air yg kuatir kemungkinan terjadi bentrokan langsung antara dua Gajah gede ini.  Tentu saja, segala sesuatu ada kemungkinannya. Apalagi, dibawah kepemimpinan Trump yg selalu keluar kartu tanpa berdasarkan  logika org biasa.  Dalam sejarah 500tahun terakhir, munculnya negara Raksasa baru pasti akan menjadi tantangan bagi Negara Adidaya sebelumnya. Sehingga,...

Berpotensi Sebabkan Gempa Bumi Dahsyat, Lempeng Tektonik Raksasa di Bawah Samudera Hindia Terpisah

Baru-baru ini dikabarkan bahwa di bawah Samudera Hindia dalam sebuah studi baru mengatakan dalam waktu singkat sebuah lempeng tektonik raksasa secara perlahan akan terbelah menjadi dua bagian. Lempeng tersebut dikenal sebagai lempeng tektonik India-Australia-Capricorn, terbelah dengan kecepatan siput sekitar 0.06 inci (1.7 milimeter) setahun. Bagi manusia, perpisahan ini kan terbilang berlangsung cukup lama. Dengan demikian, jika dikalkulasikan dalam satu juta tahun, dua keping lempeng tersebut akan berjarak sekitar 1.7 kilometer atau 1 mil lebih jauh dari jarak saat ini. Wakil Peneliti Studi Aurelie Coudurier-Curveur mengatakan, "Ini bukan struktur yang bergerak cepat, tetapi masih signifikan dibandingkan dengan batas-batas planet lainnya," seperti dilansir nLive Science, Minggu 24 Mei 2020 Pergerakan piring tersebut sangat lambat dan sangat jauh di bawah air, sehingga para peneliti hampir melewatkan apa yang terjadi setiap waktunya. Namun, dua gemp...

Lelaki di Singapura Langgar Lockdown Agar Bisa Tetap Mencuri Pakaian Dalam Perempuan

Polisi menemukan lebih dari 100 bra dan 40 celana dalam ketika menggerebek rumah pelaku. Singapura menjalani lockdown sejak pemerintah mengeluarkan peraturan "circuit breaker" atau memutus rantai penyebaran Covid-19 sejak 7 April. Warga hanya diperbolehkan keluar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan berolahraga. Sebagai warga negara yang baik, penduduk Singapura tentu harus menaati perintah tersebut. Namun, lelaki 39 tahun bernama Lee Chee Kin tak tahan ingin mencolong pakaian dalam milik perempuan yang biasa dia lakukan. Akhirnya pada 15 April, dia melanggar peraturan demi fetish-nya tersebut. Lee mulai belajar mencuri pakaian dalam perempuan sejak 2018. Dia tak segan memanjat pagar belakang dan menyelinap ke ruang cuci jemur di rumah orang. Laporan Pengadilan menjelaskan dia memilih celana dalam dan BH "berdasarkan mutu estetiknya", setelah itu menggunakannya untuk "kepuasan seksual".  Lee sampai empat kali memasuki satu rumah...

Dokter Tiongkok Mengaku Temukan Virus Corona Baru, Lebih Sudah Dimusnahkan

Dokter di Tiongkok melihat adanya virus Corona yang berbeda di kelompok pasien kasus baru di wilayah timur laut, yaitu di provinsi Jilin dan Heilongjiang. Virus itu berbeda dengan wabah aslinya yang terjadi di Wuhan. Virus itu bahkan disebut sulit dimusnahkan. Patogen berubah dengan cara tak diketahui. Selain itu, butuh waktu yang cukup lama untuk menguji hasilnya menjadi negatif.  SitusJudiOnline Para pasien juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menunjukkan gejalanya. Butuh waktu 1-2 minggu bagi virus tersebut untuk proses pengembangan gejalanya usai terinfeksi. "Periode yang lebih lama, dimana pasien yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala menciptakan kelompok infeksi di keluarga," kata salah satu dokter bagian perawatan klinis, Qiu Haibo, dilansir dari Bloomberg. Hingga saat ini, virus tersebut sedang dalam tahap penelitian. Dokter masih berusaha memahami bagaimana virus tersebut berbeda dengan virus yang berkembang di Wuhan.

Terjawab, Misteri Proses Pembangunan Kuil Angkor Wat

Angkor Wat sebuah kuil yang berada di Angkor, Kamboja, dibangun sejak pertengahan abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II masih berdiri kokoh hingga kini. Bangunan terdiri dari lima menara tinggi menjulang dengan candi-candi kecil di sekitarnya. Seperti halnya Candi Borobudur dan Prambanan, Angkor Wat juga tersohor sebagai situs warisan dunia dengan kemegahan dan keeksotikannya. Tidak ada yang menyangka jika di dalam hutan belantara yang terasing ternyata terdapat sebuah bangunan megah dan bersejarah. Menjadi pertanyaan sampai saat ini adalah dari mana dan bagaimana batu-batu besar tersebut sampai di lokasi dan digunakan untuk membangun candi pada masa itu. Karena melihat letaknya, akses menuju lokasi bukanlah medan yang mudah untuk ditempuh. Namun studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti asal Jepang Estuo Uchida dari Universitas Waseda, Jepang, mengungkapkan bahwa batu-batu tersebut dapat sampai ke lokasi dengan menggunakan jaringan ratusan kanal. "Kami menemu...